Dampak Poligami bagi anak, negatif dan positifnya
filed in Gaya Hidup on Oct.28, 2009
poligami atau pernikahan satu laki laki dengan lebih dari satu wanita, saat ini sedang marak dibicarakan, karena saat ini cukup banyak juga yang terlihat telah melakukan poligami. jika pada umumnya yang dibahas tentang poligami adalah perasaan istri pertama, lalu bagaimana dengan dampak poligami bagi anak jika sang ayah atau ibu melakukan poligami ? bagaimanakah dengan dampak negatif maupun positifnya ?
seperti yang dikutipi dari vivanews, pada 27 oktober Kak seto mulyadi seorang psikolog anak mengatakan “Pada dasarnya semua anak mengharapkan memiliki keluarga yang ideal yang terdiri dari satu ayah dan satu ibu. Anak ingin selalu disayangi dan mendapatkan perhatian secara penuh. Saat ayah melakukan poligami maka rasa cemburu, marah, sedih kecewa tentu tidak bisa dihindari,”
Menurut pria yang akrab dipanggil kak Seto ini, perasaan marah, kecewa dan cemburu tersebut, bisa menumpuk dan akan menggangu emosi anak. Tidak hanya berdampak pada psikologisnya tetapi juga pada fisik dan prestasi akademiknya. Keceriaan anak pun akan berkurang bahkan menghilang akibat tumpukan emosi tersebut.
“Tumpukan emosi bisa membuat anak berubah seratus delapan puluh derajat dari yang ceria menjadi pemarah, menutup diri, sulit diatur, dan membangkang. Pikiran anak yang dipenuhi emosi ini bisa menghambat tumbuh kembang anak baik secara psikis, fisik dan bisa menghambat prestasinya di sekolah” jelas Kak Seto.
Menurut pengalaman Kak Seto, anak-anak yang ayahnya berpoligami cenderung tidak menerimanya dan melakukan reaksi penolakan. Hal ini juga berdampak pada hubungan anak dan ayah menjadi lebih renggang.
“Jika memang sang ayah melakukan poligami, cobalah berbesar hati meminta maaf pada anak. Karena, poligami pasti melukai anak dan bisa membuatnya berpikir negatif dan apatis terhadap lembaga pernikahan kelak. Menjelaskan dengan kesabaran dan meminta maaf adalah salah satu acara untuk meminimalisir dampak negatif poligami bagi anak,” kata Kak Seto.
kak seto juga menjelaskan selain dampak negatif ada juga dampak negatifnya, diantaranya adalah “Anak akan menjadi belajar lebih tegar dalam menghadapi sebuah persoalan, ia juga bisa memiliki toleransi yang lebih tinggi dan jika diberikan pengertian dengan baik pikirannya bisa lebih menerima hal-hal yang dianggap sulit untuk diterima banyak orang,”.
Leave a Reply