telah ditemukan Fosil Binatang Purba di Bojonegoro
filed in daerah on Nov.18, 2009
Dikabarkan bahwa di daerah Bojonegoro Jawa timur telah ditemukan fosil binatang purba, Setelah beberapa hari lalu seorang guru Sekolah Dasar bernama Herry Nugroho menemukan fosil (gajah purba), Kepala Desa Wotanngare Kariyanto (48) bersama Nur Sajianto kembali menemukan fosil purba di waduk buatan Tirta Malowopati Dayakan Desa Wotanngare Kecamatan Kalitidu.
Temuan kali ini terbilang istimewa, sebab fosil yang ditemukan terdiri dari belalai, gading, iga dan tulang paha. Proses penemuan fosil tersebut sama dengan yang ditemukan oleh Herry beberapa waktu lalu, ketika alat berat mengeruk waduk didalam tanah waduk terdapat fosil binatang purba.
Meski proses penemuan yang hampir sama, namun fosil hasil temuan Kades Kariyanto dan Nur Sajianto hari Minggu ( 15/11 ) lebih lengkap dan banyak.Ketika itu Herry hanya menemukan patahan tulang kepala, kali ini mereka berdua menemukan fosil gading, belalai, iga dan tulang paha.
”Sebenarnya fosil gading gajah purba ini panjang tapi patah terkena alat berat,” ujar Kariyanto memberi penjelasan.Meski patah Kariyanto tetap merasa bangga telah menemukan fosil tersebut, harapanya sesuatu yang telah di temukanya itu bisa dijadikan alat penelitian sehingga di waktu yang akan datang daerahnya bisa seperti Trinil di Kabupaten Ngawi yang sangat terkenal itu.
Pada senin (16/11) fosil temuan di waduk buatan Tirta Malawapati Dayakan tersebut sempat dilihat oleh tim dari Balai Pemeliharaan Perlindungan Purbakala seusai melakukan penelitian di pendulangan emas Bengawan Solo.
Tim dari BP3 Trowulan terlihat antusias mengamati patahan-patahan fosil yang diperkirakan berusia 250 juta tahun tersebut.” Benda ini sangat berharga, kami berharap fosil-fosil ini dirawat dengan baik dan di taruh Museum,” kata Dra Saptatik MPd Kepala Bidang Pelestarian Budaya dan Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Bojonegoro mengutip perkataan salah seorang anggota tim dari BP3 Trowulan.
Harapan tim dari BP3 Trowulan kemungkinan akan sulit terwujud, sebab Kabupaten Bojonegoro sampai sekarang belum mempunyai Museum yang layak.
Gedung Museum Rajekwesi di Jalan Pattimura kondisinya sangat memprihatinkan, tidak terlihat sebagai tempat yang menyimpan sejarah masa lalu.Museum Rajekwesi ” hanya menempel ” pada Kantor Diknas ( Dinas Pendidikan Nasional ) Kabupaten Bojonegoro.
Vivanews
beritaterbaruindonesia.com
Leave a Reply